» Home » Artikel » PEMERIKSAAN LAB PADA DEMAM

PEMERIKSAAN LAB PADA DEMAM

Hampir semua orang pernah mengalami demam, Demam bukanlah penyakit, tetapi suatu gejala yang disebabkan oleh suatu penyakit. Pada umumnya, suhu tubuh yang normal berada di antara 36,5 - 37,5° C. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37,5° C. Untuk mengetahui suhu tubuh yang paling tepat ada-lah dengan menggunakan termometer.

Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan adanya demam atau tidak Pada umumnya demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi.  Infeksi ringan hingga parah bisa menyebabkan demam mi-salnya infeksi oleh virus,bakteri atau parasit.

Beberapa hal lain dapat pula mem-pengaruhi suhu tubuh misalnya aktivitas olahraga dan siklus menstruasi. Demam juga bisa terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di bawah sinar matahari atau akibat penyakit non infeksi seperti hiper tiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif), artritis dan kanker. 

Gejala demam dari suatu penyakit pada awalnya kelihatan mirip, sehingga sering sulit untuk membedakan penyakit apa yang menjadi penyebab demam tersebut. Pada keadaan seperti ini, pemeriksaan laboratorium tentu perlu dilakukan untuk membantu dokter memastikan penyakit yang menyebabkan demam tersebut, agar tindakan dan pengobatan menjadi lebih tepat. 

Pemeriksaan Labotorium pada keadaan demam merupakan kumpulan bebe-rapa pemeriksaan yang bertujuan membantu mencari penyakit penyebab demam. Dalam menilai hasil pemeriksaan ini tentu harus meminta penjelasan dokter. Dokter akan menganalisa hasil laboratorium tersebut, menggabungkan dengan hasil peme-riksaan fisik dan pemeriksaan lain bila diperlukan, sehingga diagnosa penyakit dapat lebih pasti dan pengobatan lebih tepat.

 

  • Pemeriksaan laboratorium pada demam
  1. Darah Lengkap  (Hb, Leukosit, LED, Hitung Jenis Leukosit, Trombosit)
  2. Pemeriksaan Urin Lengkap, dapat memberi petunjuk adanya kelainan pada saluran kencing atau ginjal.
  3. Pemeriksaan Malaria perlu dipertimbangkan.
  4. Pemeriksaan untuk demam Typhoid : Widal, Tubex TF/ Salmonella Typhi  IgM
  5. SGOT, SGPT sebagai petunjuk terhadap gangguan pada hati / liver. 
  6. Rontgen Paru (bila diperlukan) untuk demam tinggi yang disertai sesak nafas dan batuk

 

Kontributor Artikel : dr. Vivi Suryaningsih, Sp. PK.